Senin, 27 Mei 2019
Menciptakan MOMEN jadi MONUMEN
(Media_Uwais)_ Pamekasan
Para sahabat-sahabat Rayon PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Uwais Al-Qorny Komisariat IAI Al-Khairat Pamekasan menggelar buka bersama pada hari sabtu tanggal 25 Mei 2019 yang di selenggarkan di Pamekasan tepatnya di area Arek Lancor yang menjadi ikon kota Pamekasan sendiri.
Agenda buka bersama kali ini merupakan rasa soliditas dan bentuk pengaplikasian Hablum Minan-Nas yang telah menjadi NDP (Nilai Dasar Pergerakan) di PMII itu sendiri.
Momentum buka bersama ini dihadiri oleh semua kader-kader Rayon Uwais Al-Qorny dari semua angkatan. Mulai dari angkatan tahun 2017 (pertama kali Rayon PMII Uwais Al-Qorny di deklarasikan) sampai angkatan 2019.
Agenda buka bersama ini bertujuan untuk menolak lupa akan sejarah Rayon PMII Uwais Al-Qorny yang dengan penuh perjuangan dan dedikasi dari pada senioritas-senioritas PMII Al-Khairat Pamekasan. Yang dengan gigih memperjuangkan PMII sehinga mampu menjadikan PMII lebih Progres dan Komitmen dalam memperjuangkan Cita-Cita PMII. Dan menjadikan PMII sebagai wadah bagi para mahasiswa.
“tidak terlepas dari animo senioritas Rayon Uwais Al-Qorny awal pertama kali didirikan agar PMII sendiri menjadi lokomotif bagi mahasiswa untuk bagaimana berproses di kampus sehingga menjadikan mahasiswa mampu ber-Diskursif dan Alimiat” ucap kata Sahabat Fathol Qorib, ketua pertama kali Rayon PMII Uwais Al-Qorny.
harapan dengan diadakanya buka bersama kali ini untuk bagaimana para kader Rayon Uwais Al-Qorny bisa menjadi lumbung aspirasi bagi mahasiswa khususnya dan masyarakat umumnya. Dan menyolidkan antar angkatan agar tidak kamuflase antar sesama.
Pamekasan. 25 mei 2019
(albiy report)
Sabtu, 16 Maret 2019
Kau memberikan sejuta bunga dalam hidupku
Asyiqiey________________________________
Entah apa yang ingin aku tulis, entah apa yang aku ingin sampaikan. Semuanya Menjadi sirna dalam sekejap. Dikala semua sudah direncanakan dari awal. Dulu kau bercerita kepadaku Bahwa kau bermimpi "melihat dua bulan yang bersandengan yang sangat indah pabila dipandang" dan dikala itu aku berada di samping.mu dan bersandingan dengan sosok yang aku cintai. Kau tersenyum sumringah di belakangku. Dan akupun pura2 tidak tau tentang hal itu. Lalu kau berkata "alangkah indahnya ketika kau bersanding denganya". Aku tersenyum bahahia dikala itu . Karena aku mengharap nanti engkau akan menjadi tamu istimewa sekaligus orang yang pertama kali akan aku kasih bunga diantara yang lain.
Entah apa yang ingin aku tulis, entah apa yang aku ingin sampaikan. Semuanya Menjadi sirna dalam sekejap. Dikala semua sudah direncanakan dari awal. Dulu kau bercerita kepadaku Bahwa kau bermimpi "melihat dua bulan yang bersandengan yang sangat indah pabila dipandang" dan dikala itu aku berada di samping.mu dan bersandingan dengan sosok yang aku cintai. Kau tersenyum sumringah di belakangku. Dan akupun pura2 tidak tau tentang hal itu. Lalu kau berkata "alangkah indahnya ketika kau bersanding denganya". Aku tersenyum bahahia dikala itu . Karena aku mengharap nanti engkau akan menjadi tamu istimewa sekaligus orang yang pertama kali akan aku kasih bunga diantara yang lain.
Namun apalah daya. Jika dulu aku selalu mencium tanganmu . Namun sekarang aku hanya bisa duduk sedih berada disamping liang lahatmu. jika dulu kau selalu cerita tentang kehidupanmu. Kini aku yang akan membalasmu dengan ayat-ayat suci yang aku kirimkan kepadamu. jika dulu aku bisa makan bersama denganmu. Namun kali ini Sudah tidak lagi bersua kembali.
Bahasamu yang membuatku hangat dalam dekapanmu.
Candamu yang membuatku bahagia berada disampingmu
Candamu yang membuatku bahagia berada disampingmu
Engkaulah yang membimbimbingku dikala aku punya masalah.
Engkaulah sang motivatorku dikala aku sedang jatuh.
Engkaulah yang mengajari semua dikala aku hancur.
Engkaulah sang motivatorku dikala aku sedang jatuh.
Engkaulah yang mengajari semua dikala aku hancur.
Diakui atau tidak. Kini engkau tecatat sebagai sejarah dan menjadi pedoman hidup dalam menjalani roda kehidupanku.
Sekarang.........
Kau menjelma dalam mimpiku. Aku tak tau apa yang harus aku lakukan. Wajahmu selalu hadir dalam alunan malamku. Entah sudah berapa kali kau hadir dalam mimpiku. Tapi aku yakin bahwa engkau akan membawa ketenangan dalam hangatnya kehidupanku.
Dengan senyum bahagia, seraya kau berkata "kutitipkan. Kutitipkan. Kutitipkan musyrifah kepadamu"
Sepontan aku bangun dari tidurku. Dengan diselimuti ketidak fahamanku terhadap mimpi itu. Tapi memberikan sejuta warna kehidupan bahwa engkau merestuiku denganya.
Maafkan aku. Maafkan semua kesalahanku. Entah bagaimana aku harus membalasnya. Namun aku masih rindu dengan sosok indahmu yang selalu memberikan kesejukan dikehidupanku.
Dengat berduka cita atas kepergianmu. Dan atas izin allah. Aku akan membahagiakan wanita itu dengan segala kemampuanku.
Terimakasih ibu atas semuanya.
Dan semoga allah menempatkanmu di syurga. Amien.
Dan semoga allah menempatkanmu di syurga. Amien.
#Albiy_Ms
Langganan:
Postingan (Atom)


